Ria Priyana. Powered by Blogger.

12/09/2014

Asal-usul Batu Malin Kundang

Selama saya tinggal di Sumatera Barat, saya pernah menemukan hal-hal yang unik yang berhubungan dengan sebuah legenda. Tapi ada satu yang sangat membuat saya penasaran yaitu keberadaan dan Asal-usul Batu Malin Kundang.

Batu Malin kundang tersebut berada di Pantai air manis, Sumatera barat
Berikut adalah Screanshoot map keberadaan Batu Malin Kundang.




Setelah saya puas melihat-lihat dan mengabadikan gambar dari batu tersebut, saya langsung mencari warga sekitar untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang ada dalam fikiranku tentang Asal-usul Batu Malin Kundang ini.
Akhirnya saya bertemu dengan bapak Eki seorang pedagang di area tersebut. Tanpa panjang lebar saya langsung mengutarakan beberapa pertanyaan. Dari hasil tanya jawab dengan bapak Eki sekarang saya tahu ternyata kisah Malin Kundang yang pernah saya lihat di sebuah acara TV itu ternyata sama dengan kisah dan cerita masyarakat sekitar.
Mau tahu ceritanya, langsung saja ya..


Kisah Malin Kundang


Malin kundang adalah anak yang berasal dari keluarga yang kondisi kehidupannya sangat memperihatinkan, Malin dan keluarganya bertempat tinggal di daerah Pantai Air Manis, Sumatera Barat. Dalam keluarga itu hanya terdiri dari 3 anggota keluarga yaitu Malin, bunda, dan ayahnya.
Karena keadaan keluarganya yang serba kekurangan ayah Malin memutuskan untuk mencoba mengadu nasibnya di nagari (negri) sebrang. Dengan meninggalkan Malin dan ibunya hari itu ayahnya berangkat untuk berlayar.
Setelah di tinggalkan sang ayah Malin hanya hidup dengan ibundanya, hari demi hari mereka lewati. Setelah satu tahun sang ayah merantau tidak ada tanda-tanda akan kepulangannya karena tidak ada kabar apapun dari sang ayah.

Malin kecil yang bandel sudah beranjak dewasa, ia mulai berfikir untuk mengubah kehidupannya yang serba kekurangan itu. Suatu hari ketika Malin berada di tepi pantai, Malin melihat sebuah kapal nelayan yang hendak berlayar. Dalam benaknya ia sangat ingin ikut berlayar agar bisa mendapakan penghasilan.
Di tengah lamunannya itu, nahkoda dari papal itu memperhatikan Malin yang hanya menatap kosong kearah kapalnya. Nahkoda itupun berteriak memanggil Malin, ia menawarkan pada Malin untuk ikut berlayar.
Dengan senang hati Malin menerima ajakan nahkoda itu, bergegas Malin menemui ibunya untuk memintat ijin.

Mendengar perkataan dari Malin ibunya sontak kaget dan melarang Malin untuk ikut berlayar, tapi malin tetap memaksa hingga dengan berat hati sang ibu memberi ijin pada malin dan ibunya hanya memberi satu nasehat bagi Malin.
"Nak, jika kelak engkau berhasil menjadi orang sukses, orang yang besar hanya satu nasehat ibu untuk engkau. Jangan lah engkau lupa pada ibumu nak."

Akhirnya Malin berangkat berlayar, di tengah perjalannya berlayarnya kapal yang ia tumpangi itu di serang oleh sekelompok bajak laut yang sangat kejam, semua awak kapal dibunuh oleh para bajak laut itu. Untungnya Malin cepat dalam bersembunyi hingga hanya ia yang selamat dari para bajak laut.
Malin terombang-ambing di lautan, hingga akhirnya ia terdampar di sebuah pulau yang amat subur. Malin di tolong oleh warga sekitar, dan disinilah Malin mulai merangkai kehidupan barunya. Malin sukses dan ia menjadi orang kaya.

Beberapa tahun berselang Malin menyunting seorang gadis anak dari saudagar kaya, dan dilakukan lah pernikahan itu atas restu orang tua sang gadis tersebut.
Setelah menikahi gadis itu, Malin membuat rencana untuk mengajak sang istri berlayar dan istrinya pun setuju.
Perjalanan Malin dan sang istri sudah dimulai. Hingga akhirnya ia menepi di sebuah daerah di dekat Pantai air manis. Yang sebenarnya itu adalah tempat lihirnya Malin.

Ibu Malin adalah orang pertama yang melihat Malin pulang ke kampung halamannya, karena tiap hari ibu malin tak pernah henti menunggu kepulangan anaknya di dermaga.

Dengan rasa senang sang ibu langsung menghampiri Malin. Tapi apa yang dilakukan Malin kepada sang ibu yang setia menunggunya itu. Ia mengelak bahwa Malin bukan anak dari ibu tersebut.
Sang ibu sangat yakin bahwa orang itu adalah Malin anaknya, hingga ia membuktikan, ibu itu berkata "Malin anakku mempunyai luka di lengan kanannya akibat terjatuh pada waktu kecil, jika kamu memang bukan anakku berarti kamu tidak mempunyai tanda luka tersebut. Tolonglah saya hanya ingin membuktikan saja". Mendengar pernyataan sang ibu tentang luka itu Malin memerasa memang benar dia adalah ibunya. Tapi karena Keangkuhannya ia tidak mau mengakui ibunya itu. "Maaf, saya tidak mempunyai iu seperti anda. Ibu saya sudah meninggal".

Mendengar pernyataan Malin sang ibu merasa kecewa anak satu-satunya yang selalu ia tunggu ternyata tidak mengakuinya. Dengan rasa kecewa yang amat besar sang ibu menutuk Malin ia berkata "Ku kutuk kau menjadi Batu, dasar anak durhaka".
Dan akhirnya kutukan sang ibu menjadi kenyataan. Malin yang angkuh dan sombong itu berubah menjadi batu dengan posisi sedang bersujud.


Nah itu dia Asal-usul Batu Malin Kundang. Semoga bermanfaat bagi kita semua, semoga kita tidak termasuk golongan anak durhaka seperti Malin Kundang ya..

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan !!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review